Kisah Perjalanan Hidup Part 2


Kisah ini melanjutkan kisah perjalanan hidup part 1.

 

Beberapa minggu setelah kepergian sang Ibu, tibalah pengumuman lulus UN tepatnya tanggal 4 Juni 2011. Ayahku tak bisa datang karena kakinya sakit akibat kecelakaan 19 Mei 2011 lalu sehingga diwakilkan oleh pamanku. Ketika guruku membacakan rangking 10 besar, Alhamdulilah aku mendapat ranking 5. Senang dan sedih yang ku rasakan waktu itu, tetapi sayangnya ibuku tak bisa melihat kelulusanku.

Hari-hari terus berjalan tanpa seorang ibu yang dulu selalu ada buat aku disaat senang maupun sedih, ibuku selalu menyemangatiku, “ikutilah kegiatan apa yang kamu suka selama kamu mampu melakukannya” itu pesan ibuku yang selalu ku ingat. disaat ku melihat jenazah ibuku, ibuku seperti tersenyum padaku. ku mengantarkan ibuku ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Aku merasa kasihan pada ayahku apabila aku sekolah dan mondok, ayahku sendirian tak ada yang menjaga, kakak-kakakku diluar kota sedang menuntut ilmu. akhirnya keinginan untuk mondok tertunda, aku membatalkan sekolah dan pondokku di Cirebon dan pindah sekolah didaerahku Brebes. Dimulailah kisah baru, kisah masa SMA. di mana banyak kisah cinta, kisah dimarahin guru, kisah pengalamanan organisasi, dll begitu banyak kisah yang mengenang sampai saat ini.

Setiap peristiwa pasti ada hikmahnya, dibalik dari peristiwa kecelakaan 19 mei 2011 lalu, aku bertekad untuk mencari beasiswa yang dulu aku inginkan. Setelah melalui proses pembelajaran, Alhamdulilah selama 3 tahun di SMA aku mendapat beasiswa, sehingga bisa dikatakan sekolah gratis. Allah telah memberikanku yang terbaik disekolahku ini, apabila aku sekolah di Cirebon akan berbeda kisahnya, mungkin aku tidak mendapat beasiswa tapi di Sekolahku ini Alhamdulilah ku bisa mendapat beasiswa.

Saat kelulusan SMA aku sedih tidak bisa meraih ranking karena banyak faktor, dibalik semua itu Alhamdulilah aku diterima di UIN Yogyakarta lewat SNMPTN. Dulu ketika pendaftaran SNMPTN, aku bingung mau mendaftar dimana, aku mencari info dari guruku, teman-temanku, dan juga internet. Ku mulai menyusun strategi agar bisa masuk SNMPTN, aku ingin mencoba mendaftar di Universitas terbaik di Indonesia, tetapi aku sadar, aku belum mampu masuk universitas tersebut. Bukan aku pesimis tetapi aku melihat kemampuanku dibidang tersebut. Akhirnya aku ingin ke UIN Yogyakarta, aku bertanya pada ayahku, awalnya ayahku terlihat tidak setuju, tapi akhirnya menyetujui tetapi dengan syarat pilihan PTN pertama harus UNDIP. Dalam SNMPTN ada 2 pilihan PTN, sehingga aku menempatkan UIN Yogyakarta pada pilihan ke-2. Saat detik-detik pengumuman SNMPTN, jantungku berdebar-debar. Tepat pukul 12.00 WIB, aku membuka website SNMPTN dan melihat warna hijau, tertulis kalimat “Selamat anda diterima di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Jurusan Pendidikan Fisika”. Saat itu aku langsung sujud syukur. Perjuanganku selama ini tidak sia-sia, aku menargetkan agar bisa diterima SNMPTN.

Kini kisah baru pun dimulai di kota pelajar ini, Yogyakarta. Targetku lulus sarjana 3,5 tahun dan akan melanjutkan sampai ke jenjang S3 Doktor di Jepang. Aamiin…

 

Sekian dulu kisah perjalanan hidup saya, “Ambil hikmah di setiap peristiwa”, semoga kisah ini bermanfaat bagi yang membaca🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s